Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Genomik

Laporan: CM-1
Senin, 19 Desember 2022 | 23:09 WIB
Kanker, Payudara, Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, DR. dr . Sinar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid., MARS (kiri)/MAN
Kanker, Payudara, Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, DR. dr . Sinar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid., MARS (kiri)/MAN

RMBanten.com, Kesehatan - Berdasarkan Riset International Agency for Research Cancer (IARC) tahun 2020 tercatat tiga orang dalam satu jam meninggal dunia akibat kanker payudara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dibutuhkan deteksi dini serta penanganan yang tepat dalam mengobati kanker payudara.

Menurut Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, DR. dr . Sinar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid., MARS mengatakan pemeriksaan genomik merupakan salah satu metode terkini dan masa depan yang sangat menjanjikan yang dapat digunakan untuk tidak saja untuk deteksi adanya kanker tapi juga untuk penanganannya.

"Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan abnormal dari sel-sel pada payudara. Pertumbuhan abnormal tersebut diduga disebabkan oleh mutasi gen yang diturunkan secara genetik maupun akibat mutasi akibat faktor lingkungan," katanya.  

Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, yang kemudian membentuk benjolan. Pada stadium yang lebih parah, sel-sel abnormal ini dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.

"Maka dari itu, diperlukannya deteksi dini serta penanganan yang tepat dalam mengobati kanker payudara agar menghasikan keberhasilan terapi yang tinggi," ujar DR. Sinar.

Kata dia, pemeriksaan genomik saat ini sudah banyak dikembangkan mulai dari yang digunakan untuk menentukan kelainan gen pembawa sifat kanker, deteksi dini sampai untuk penentuan jenis pengobatan. Di masa lalu bila seseorang terdiagnosis kanker payudara hampir pasti diberikan kemoterapi.

"Saat ini pasien kanker payudara yang dinyatakan berisiko tinggi secara klinis namun dari pemeriksaan genomik berisiko rendah, tidak memerlukan pemberian kemoterapi," terang DR. Sinar.

Pemeriksaan genomik ini dapat juga memilih pengobatan kanker yang tepat untuk tiap individu baik jenis kemoterapi, hormonal, terapi target maupun imunoterapi. Penggunaan tehnik pemeriksaan genomik tersbut diatas merupakan arah pengobatan kanker kedepan yang dikenal terapi presisi dan personalized medicine Eka Tjipta Widjaja Cancer Center merupakan pusat unggulan milik Eka Hospital yang sedang dikembangkan dalam 3 tahun kedepan.

"Eka Tjipta Widjaja Cancer Center dapat menjadi tempat pemeriksaan dan penanganan kanker yang tepat, karena memiliki visi menjadi pusat kanker terkemuka dengan pendekatan terapi presisi/ personalized medicine yang berorientasi pada pasien," pungkas DR. Sinar.rajamedia

Komentar: