Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

94 Ribu Dosis Vaksin PMK Tiba Di Bandara Soetta, Pj Gubernur Banten Ikut Unboxing

Laporan: Maya Aul
Senin, 04 Juli 2022 | 14:28 WIB
Pj Gubernur Banten saat di Bandara Soekarno-Hatta/AUL
Pj Gubernur Banten saat di Bandara Soekarno-Hatta/AUL

RMBanten.com - Sebanyak 94 ribu dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Senin (4/6).

Ribuan dosis vaksin tersebut didatangkan langsung dari Prancis menggunakan pesawat Emirates Airlines dengan nomor penerbangan EK-356.

"Adapun nilai barang impor vaksin PMK tahap ketiga ini sebesar Rp3,5 miliar lebih, sudah termasuk pungutan negara," kata Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Finari Manan di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Senin (4/7).

Finari mengungkapkan, kedatangan vaksin penyakit yang menyerang hewan ternak tersebut merupakan yang kedua kali. Dimana, sebelumnya telah datang pada 12 Juni 2022 lalu

"Totalnya 3.104.000, jadi vaksin pertama tanggal 12 Juni sebesar 10 ribu dosis, kemudian 16 Juni ada 3 juta dosis dan kemarin 3 juli sebanyak 94 ribu dosis," ujar Finari.

Menurut Finari, vaksin PMK tersebut selanjutnya akan dibawa ke Gudang Marunda dan selanjutnya didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

"Jadi semua distribusi yang ditujukan ke seluruh provinsi di Indonesia, itu melalui Gudang Marunda dan distribusinya akan diatur Kementerian Pertanian," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang turut hadir dalam penyambutan ketibaan importasi vaksin PMK itu, membuka langsung boks yang berisi vaksin PMK dari dalam boks khusus yang disimpan di Cool Room.

Total Vaksin PMK tersebut sebanyak 940 botol berwarna putih. Di mana, setiap botolnya masing-masing botol bermerek Aftopor tersebut berisi 100 dosis.

"Saya buka langsung boksnya, vaksin dalam keadaan dan ketentuan baik dengan suhu tertentu dan terukur berjumlah 94 ribu dosis. Vaksin berasal dari Perancis," jelasnya.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Banten juga masih menunggu distribusi selanjutnya. Pasalnya, terdapat 2.050 hewan ternak yang terinfeksi PMK di berbagai wilayah di Provinsi Banten

"Yang sudah kita terima 1.100 dosis, kemudian nanti akan terima lanjutannya untuk penanganan khusus bagi ternak. Kita menunggu dari Kementerian Pertanian, diprioritaskan adalah sapi perah, dan sapi-sapi yang dalam pengembangannya dalam keadaan baik," pungkasnya. rajamedia

Komentar: