Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Gus Muhaimin: Pemerintah Harus Audit Total PT GNI

Laporan: RMN
Rabu, 18 Januari 2023 | 20:42 WIB
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar/Net
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar/Net

RMBanten.com, Keamanan - Audit menyeluruh terhadap PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah harus segera dilakukan pemerintah.

Audit dari sisi teknologi smelter hingga pelaksanaan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).                                                                                                                                   
Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengungkap fakta penyebab bentrokan yang terjadi antar kelompok pekerja di PT GNI pada Sabtu (14/1), hingga menewaskan dua pekerja.

Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar dalam keteranganya, Rabu (18/1).

 “Audit ini penting untuk mengungkap menyebabkan terjadinya bentrokan sekaligus mencegah kasus serupa di perusahaan yang lain,” ujar pria yang biasa disapa Gus Muhaimin ini.

Cak Imin sapaan lain menyesalkan terjadinya bentrokan itu. Dia mengingatkan semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan berbagai spekulasi yang beredar mengenai bentrok tersebut agar proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian berjalan secara optimal.

 "Saya sangat sesalkan kejadian di Morowali Utara yang melibatkan karyawan PT GNI. Ini harus diusut tuntas, dan saya berharap betul aparat terkait dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pekerja. Kita dukung aparat kepolisian mengusut kasus itu sampai tuntas, dan kita jangan mudah terprovokasi, apalagi berspekulasi,” ujarnya.

Ketua Umum PKB memastikan DPR, khususnya Komisi III, akan segera mengecek latar belakang penyebab aksi bentrokan yang menewaskan dua orang pekerja tersebut.

“Kami di DPR juga tidak tinggal diam, Komisi III nanti akan cek apa sebenarnya yang terjadi di PT GNI. Bagaimanapun bentrokan antar karyawan tidak boleh lagi terjadi selanjutnya,” demikian tutup Gus Muhaimin.rajamedia

Komentar: