Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Pengamat: Cak Imin Punya Posisi Tawar Tinggi Jika Gabung KIB

Koalisi PKB-Gerindra Retak!

Laporan: RMN
Sabtu, 26 November 2022 | 20:02 WIB
Kolase Menteri BUMN Erick Thohir, Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar/Repro
Kolase Menteri BUMN Erick Thohir, Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar/Repro

RMBanten.com, Politik - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lebih ideal bergabung dengan Koalisi Perubahan atau Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibanding dengan Partai  Gerindra.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Sholeh Basyari, Sabtu (26/11).

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan akan membentuk komposisi baru jika Prabowo Subianto digandengkan dengan Ganjar Pranowo.

Menurut Sholeh gertakan pria yang akrab disapa Cak Imin membentuk komposisi manjur menekan Gerindra.

"Jka di-flashback terkait suksesi kepemimpinan nasional pascareformasi, tidak satu pun parpol yang mencetak hattrick," ujar Sholeh.

Dengan melihat preseden tersebut, kata Sholeh idealnya PKB tidak melanjutkan kerja sama dengan Gerindra yang notabene sama-sama berada di koalisi pemerintahan.

"Sebagai ikon parpol yang gesit, oportunis, dan berorientasi kekuasaan, pilihan ideal PKB ialah memperkuat Koalisi Perubahan atau gabung dengan KIB," lanjutnya.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama itu menilai pilihan bergabung dengan Koalisi Perubahan atau KIB itu lebih strategis dan menjanjikan dibandingkan berada di barisan Gerindra dan PDIP.

"Secara samar terlihat PKB sekedar pelengkap di antara dua parpol gajah ini," ujar Sholeh.

Namun, kata Sholeh  jika gabung ke Koalisi Perubahan, PKB bis amengunci Anies- Cak Imin sebagai Capres-Cawapres.

"Pun jika gabung dalam KIB, pasangan Cak Imin-Erick Thohir, bisa mewujud sebagai alternatif yang sangat fresh," demikian Sholeh.rajamedia

Komentar: