Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Penurunan Kemiskinan Ektrem Tertinggi se-Banten, Arief Optimis Tuntaskan Tahun Ini

Laporan: RMN
Kamis, 19 Januari 2023 | 20:44 WIB
Walikota Tangerang Arief Wismansyah di acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026/Repro
Walikota Tangerang Arief Wismansyah di acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026/Repro

RMBanten.com, Kota Tangerang - Angka kemiskinan ekstrem berhasil diturunkan Pemkot Tangerang sebesar 0,86 persen.

Angka tersebut tercatat merupakan angka penurunan kemiskinan ekstrem tertinggi se-Provinsi Banten berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal itu disampaikan Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dalam acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026 bertempat di Hotel d'prima, Jalan Benteng Betawi No. 88 Kelurahan, Kamis (19/1).

"Di Kota Tangerang penduduk miskin ekstrem pada tahun 2021 angkanya sebesar 1,61 persen, tapi di tahun 2022 angka kemiskinan ekstrem turun menjadi 0,75 persen. Artinya tidak menutup kemungkinan tahun ini angka kemiskinan di Kota Tangerang bisa kita tuntaskan," ujar Arief.

Arief menyampaikan 5 (lima) rumusan isu strategis pembangunan tahun 2024-2026 di Kota Tangerang yang akan menjadi pembahasan dalam forum konsultasi publik untuk dapat diterapkan ke dalam program strategis.

"Yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia, kemudian Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Daya Saing Infrastruktur Kota, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup serta Perekonomian Daerah," papar Arief

Arief merinci isu strategis rencana pembangunan daerah tersebut diantaranya peningkatan kualitas pendidikan, Kesehatan, Penanganan Kemiskinan, pengangguran, layanan masyarakat berbasis IT, Kemacetan, pengurangan banjir dan genangan serta ketersediaan ruang terbuka hijau.

"Untuk pendidikan, lama belajar di Kota Tangerang rata - rata hanya 10,9 tahun, artinya masih ada yang tidak lulus SMA atau melanjutkan sekolah, maka tahun ini Pemkot Tangerang menargetkan lama belajar bisa sampai 12 tahun," jabar Arief.

Arief berharap rumusan isu strategis pembangunan tahun 2024-2026 masih perlu saran dan masukan dari para pemangku kepentingan sehingga dapat dirumuskan program yang strategis, tepat sasaran, efektif dan efisien

"Semoga program dan kegiatan yang kita diskusikan dapat menjaga kesinambungan pembangunan di Kota Tangerang," demikian tutup Arief seperti dilansir dari laman Pemkot Tangerang.rajamedia

Komentar: