Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Rakor Dengan Kemenhub, Anggota Fraksi Demokrat Pertanyakan Progres Tol Laut

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 18 Januari 2023 | 23:29 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid/Repro
Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid/Repro

RMBanten.com, Ekbis - Progres pelaksanaan tol laut oleh pemerintah dipertanyakan Komisi V DPR RI dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Rakor digelar di ruang rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1).

Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid mengatakan tol laut merupakan salah satu janji Presiden, serta sangat membantu masyarakat khususnya di kawasan Timur Indonesia dalam menjalankan berbagai aktivitasnya.

Kepada Menhub, Anwar Hafid menyamoaikan, salah satu faktor penunjang tol laut ini adalah tersedianya pelabuhan-pelabuhan utama yang memenuhi standar minimal.

"Dan kalau saya berpikir bahwa di setiap kabupaten, daerah-daerah yang ada di kawasan Timur Indonesia ini telah memiliki pelabuhan utama yang memenuhi standar tersebut. Oleh karena itu Saya hanya ingin mendapatkan informasi dari progress pelaksanaan tol laut ini,” ujar Anwar hafid.

Legislator Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, di Provinsi Sulawesi Tengah yang merupakan daerah pemilihannya, ada berapa kabupaten yang sampai saat ini belum memenuhi sarana dan prasarana pelabuhan yang memadai. 

"Salah satu di Kabupaten Morowali. Padahal Kabupaten tersebut kita tahu persis adalah juga merupakan daerah kawasan industri di sana tapi belum ada pelabuhan utama," ujarnya.

Destinasi Wisata

Anwar juga berharap dukungan Kementerian perhubungan terhadap destinasi pariwisata prioritas dan super prioritas di Sulawesi Tengah.

Dimana ada salah satu danau yang sangat terkenal dan menjadi salah satu danau terdalam di dunia, yakni Danau Poso.

Danau ini kata Anwar, merupakan peninggalan purba yaitu batu megalitik yang notabene menjadi salah satu keajaiban dunia.

“Saya berharap destinasi ini juga bisa mendapat dukungan dari Kementerian perhubungan terutama soal Bandara Poso. Bandar Poso ini merupakan bandara pertama di Indonesia Timur termasuk di Sulawesi Tengah. Sampai hari ini kondisi bandara ini tidak terlalu baik kondisinya. Banyak hal yang harus dibenahi," sebut Anwar.

Salah satunya, kata Anwar, adalah runaway atau landasan yang masih belum terlalu panjang. Sehingga diharapkan dalam rangka mendukung destinasi wisata di Danau Poso ini, kiranya dipikirkan ke depan Bandara udara Kasiguncu di Poso itu mendapat perhatian khusus.

"Kita berharap dalam upaya bangsa Indonesia untuk memulihkan Poso dari konflik kemanusiaan beberapa tahun silam, salah satu caranya adalah dengan cara menyediakan sarana dan prasarana transportasi khususnya bandar udara ini,” demikian Anwar dilansir dari laman DPR RI.rajamedia

Komentar: