Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Satpol PP Segel Bangunan THM Berkedok Resto Di JLS Serang

Laporan: RMN
Jumat, 16 Desember 2022 | 02:44 WIB
Penyegelan bangunan tempat hiburan malam yang tidak sesuai peruntukannya/Repro
Penyegelan bangunan tempat hiburan malam yang tidak sesuai peruntukannya/Repro

RMBanten.com, Keamanan - Bangunan tempat hiburan malam atau THM berkedok Resto dan Cafe DN di Jalan Lingkar Selatan (JLS) disegel petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang.

Penyegelan bangunantersebut karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Sebanyak 60 sampai 70 personil Dinas Satpol PP Kabupaten Serang menggunakan kendaraan truk tiba sekitar pukul 09.30 WIB di Kampung Harjatani RT 004/RW 001, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu pada Kamis, (15/12) dan langsung melakukan penyegelan.

Satpol PP dibantu TNI dan Polri mengawali dengan menggembok pintu utama, menempelkan stiker bertuliskan penyegelan dan memasang garis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Serang.

Penyegelan berjalan kondusif lantaran tidak ada perlawanan dari pihak keamanan THM maupun pemiliknya.

Menurut Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, penyegelan yang dilakukan saat ini merupakan tahap kedua dalam pelaksanaan penertiban terhadap THM yang beroperasi kembali.

"Jadi untuk yang kedua ini pihaknya memulai dari nol kembali karena ada yang berganti nama dan ada yang melaksanakan kembali tanpa izin,” ujarnya kepada wartawan usai penyegelan kepada wartawan.

Ajat menyebutkan, penyegelan dilakukan juga atas koordinasi Satpol Kabupaten Serang dengan Korwas (Koordinasi Pengawas PPNS) tingkat Polda Banten dengan melaksanakan SOP (Standar Operasional) mulai dari nol. Diawali dengan melayangkan pemberitahuan untuk peringatan pertama sudah dilakukan.

"Teguran kesatu sudah kita berikan, teguran kedua dan teguran ketiga bahkan kita panggil pemiliknya juga sudah. Setelah itu melanjutkan dengan teguran pengosongan properti yang berkaitan dengan hiburan malam yang tidak diperbolehkan seperti properti musik hidup, properti room karaoke tapi bukan karaoke keluarga,” terangnya.

Untuk SOP selanjutnya, lebih lanjut Ajat menyebutkan, Satpol PP kembali melayangkan surat peringatan penyegelan, kendati demikian peringatan tersebut tidak di indahkan oleh pemilik THM dengan tetap beroperasi.

"Maka dari itu hari ini kita laksanakan penyegelan gedung THM DN yang sebelumnya dengan nama new star pernah dibongkar pada Desember 2021 lalu,” ujarnya.

"Jika setelah penyegelan masih beroperasi terpaksa kita lakukan sanksi administrasi Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, yaitu tahapan pembongkaran kalau masih beroperasi,” tambahnya.

Ajat menambahkan, penertiban yang dilakukan sekaligus mengantisipasi kembali beroperasi THM di wilayah Serang Barat menjelang libur natal dan tahun baru 2023. Sebab kemungkinan besar THM yang sebelumnya sudah tidak beroperasi kembali beroperasi memanfaatkan momen libur natal dan baru.

“Kalau kita tidak melakukan penindakan kemungkinan besar mereka akan beroperasi kembali. Maka kita lakukan saat ini penindakannya,” tukasnya.

Diketahui gedung THM New Star yang berganti menjadi DN salah satu THM dari tujuh THM di JLS tepatnya di Kecamatan Kramatwatu dan Waringinkurung yang sudah dibongkar oleh Satpol PP Kabupaten Serang pada Desember 2021.

Meski semua pihak pemilik THM melakukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang, namun semuanya ditolak lantaran Pemkab Serang sudah sesuai aturan yang berlaku dengan melakukan pembongkaran THM.rajamedia

Komentar: