Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Dua Penyakit Ini Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Laporan: Firman
Senin, 12 Desember 2022 | 16:19 WIB
Seminar kardiologi di Siloam Hospitals/IST
Seminar kardiologi di Siloam Hospitals/IST

RMBanten.com - Peningkatan kasus kardiovaskulas terus menjadi tantangan medis di seluruh dunia.

Data terakhir dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus jantung koroner dan stroke menjadi penyebab kematian yang pertama dan kedua di seluruh dunia.

Tidak jauh berbeda di Indonesia, penyakit jantung dan stroke juga menjadi penyebab kematian paling tinggi. Walaupun demikian, sebesar 80% dari penyakit jantung dan pembuluh darah dapat dicegah dengan edukasi dan peningkatan kesadaran akan pola hidup dan pola makan yang sehat.

Demikian isi bertema Advances Clinical in Cardiology di Siloam Hospitals dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional pada Senin, (12/12).

Seminar ini dihadiri spesialis kardiologi ternama yang tergabung di dalam jaringan rumah sakit Siloam, antara lain dari Siloam Lippo Village, Siloam Kebon Jeruk, Siloam TB Simatupang, RS Jantung Diagram, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) dan Siloam Agora.

Siloam Hospitals memiliki dan mengoperasikan jaringan rumah sakit swasta terbesar dengan total 41 rumah sakit yang tersebar di 28 kota di Indonesia. Dengan jangkauan ini, Siloam Hospitals mampu untuk bekerja sama dengan para spesialis kardiovaskular di seluruh Indonesia. Siloam Hospitals juga telah dilengkapi dengan peralatan medis terbaik, termasuk 16 Cath Lab. Dengan dukungan para spesialis kardiologi, teknologi dan layanan medis yang tersedia, Siloam Hospitals telah berhasil melakukan lebih dari 1,000 tindakan CABG dan lebih dari 3,700 tindakan PCI.

"Tindakan bedah jantung yang dapat dilakukan di Siloam sebagian dilakukan dengan metode minimal invasive procedure pada torakotomi kiri. Dengan metode ini, tingkat mortalitas untuk tindakan CABG di Siloam sebesar 1,6%," kata salah satu narasumber seminar bertopik Advanxe on Cardiac Surgery, dr. Maizul Anwar, SpBTKV (K).

Narasumber lain, dr. Dicky Aligheri, SpBTKV (K) mengatakan, seringkali hasil prosedur yang kurang baik disebabkan oleh kesalahan diagnostik yang berujung pada prosedur pengobatan yang kurang tepat untuk pasien, bahkan dikontradiksikan pada tindakan diseksi pada aorta.

"Dengan pesatnya kemajuan manajemen dalam bedah jantung, kami berharap kecepatan dan ketepatan diagnostik pasien dapat meningkat sehingga yang akhirnya dapat meningkatkan kesempatan untuk sembuh sebesar 1% per jam," ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Direktur Siloam, Caroline Riady mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional dan merayakan pencapaian Siloam terkait tindakan kardiologi, kami berharap banyak masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan jantung dan pembuluh darah.

"Siloam Hospitals akan terus berinvestasi dan melayani seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah dan menangani penyakit kardiovaskular dan menuju Indonesia yang lebih sehat," tandasnya.rajamedia

Komentar: