Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

500 Unit Hunian Darurat Didirikan Muhammadiyah Di Cianjur

Laporan: RMN
Minggu, 27 November 2022 | 15:25 WIB
Hunian darurat didirikan MDMC guna bantu korban terdampak gempa bumi di Cianjur/Repro
Hunian darurat didirikan MDMC guna bantu korban terdampak gempa bumi di Cianjur/Repro

RMBanten.com, Cianjur - Muhammadiyah Disaster Mangement Center (MDMC) didukung penuh Lazismu, telah mengerahkan 270 relawan muhamamdiyah dalam membantu korban terdampak gempa di Cianjur.

Pusat informasi berlokasi di SD Islam Kreatif Muhammadiyah Jl. KH Abdullah Bin Nuh No.64, Sawah Gede, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebagai Pos Koordinasi Utama, sebanyak empat pos layanan di lokasi berbeda didirikan dengan layanan medis.

Selain respons cepat yang dilakukan para relawan muhammadiyah, pada hari  (Sabtu, 26/11), mulai mendirikan hunian darurat di Kampung Barukaso, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Dilansir dari laman muhammdiyah.or.id, kedatangan MDMC di Desa Sukamulya bersama Lazismu dan relawan Muhammadiyah, disambut hangat warga Kampung Barukaso.

Komunikasi bersama warga terdampak berjalan lancar sampai diadakan rembug warga.

Ketua LPB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan mengatakan, kehadirannya relawan Muhammadiyah untuk menyampaikan kabar gembira.

“Kendati suasana masih berduka, mari bersama-sama kita hilangkan duka tersebut untuk tetap bangkit menjaga martabat kemanusiaan," jelas Budi.

"Kami bisa bersilaturahim, ikut berempati dan merasakan bagaimana keadaan sekarang ini, saya bersyukur bapak-bapak tetap ceria meskipun rumah hancur, jika terus larut dalam kesedihan tidak akan selesai," sambungnya.

Dirikan Hunian Darurat

Budi menambahkan, kedatangan relawan Muhammadiyah bukan sekedarnya, lalu pergi begitu saja. Tetapi ingin mendampingi dan bergotong-royong membuat hunian darurat.

"Hunian darurat ini nantinya bisa ditempati dengan layak bersama keluarga. Karena itu, rembug warga ini adalah penting untuk menyepakati secara bersama-sama," tandasnya.

Sementara salah satu relawan Muhammadiyah Heri Pramono  mengatakan, pihaknya telah membuat hunian darurat prototype, sebagai contoh.

Hunian contoh ini, kata Heri, sebagai gambaran buat warga dapat melihatnya dari sisi ukuran dan bentuk.

Relawan lainnya, Heri, Donny Halim Mutiasa menjelaskan, bahwa rencananya akan didirikan 500 unit hunian darurat di desa ini.

Ukurannya seluas 6 x 4 meter, sesuai standar internasional.

"Kami berharap, satu unit hunian ini bisa dihuni sebanyak 5 hingga 6 anggota keluarga," ujarnya.

Suganda mewakili warga Kampung Barukaso, mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah. Apalagi kedatangan Muhammadiyah ke sini, kata Suganda akan mendampingi sampai hunian darurat ini berdiri yang dimulai hari ini.

“Bersama warga di sini kami bersepakat untuk saling gotong-royong membuat hunian darurat, dan kami senang di lokasi ini juga akan didirikan masjid darurat agar warga dapat tetap beribadah” pungkasnya.

Selain datang untuk rembug warga, Muhammadiyah juga menangani warga patah tulang yang sudah lanjut usia.

Dokter Spesialis orthopedic Meiky Fredianto yang berasal dari RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta, langsung menangani pasien yang cedera di lokasi tenda darurat.

Diketahui peristiwa gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, pada 21 November 2022, bermagnitudo 5,6 mengakibatkan 61.908 jiwa mengungsi. Sementara itu, 2.042 jiwa mengalami luka-luka.

Data  BNPB hingga Sabtu, 26 November 2022 korban meninggal menjadi 318 jiwa.rajamedia

Komentar: