Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Investasi Di Banten Lampau Target, Pemprov Optimis Tingkatkan Angkatan Kerja

Laporan: RMN
Senin, 14 November 2022 | 11:34 WIB
Kepala DPMTSP Provinsi Banten, Virgojanti/Repro
Kepala DPMTSP Provinsi Banten, Virgojanti/Repro

RMBanten.com, Investasi - Sampai dengan triwulan III tahun 2022, nilai investasi di Provinsi Banten mencapai Rp 56 triliun, atau 105 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp 53 triliun.

Tren ini diharapkan mampu tingkatkan partisipasi angkatan kerja Provinsi Banten.

Begitu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti melansir laman bantenprov, Senin (14/11).

“Atas capaian itu kita patut syukuri bersama,” ujar Virgojanti.

Menurut Virgojanti, investasi tertinggi masuk ke Kota Cilegon dengan besaran mencapai Rp 18,82 triliun lebih, dan paling kecil Kota Serang sebesar Rp 0,29 triliun.

Bila dilihat dari minat beberapa negara yang berinvestasi di Banten  paling besar adalah Negara Malaysia yaitu sebesar Rp 8,92 triliun, Singapura Rp 7,58 triliun, Korsel Rp 6,09 triliun, Jepang RP 3,33 triliun dan Thailand Rp 1,21 triliun.

Untuk bidang yang dibidik para investor di Banten berdasarkan sektor usaha. Untuk PMA dan PMDN yaitu; industri kimia dan farmasi,  perumahan, kawasan industri dan perkantoran, listrik, gas dan air, jasa lainnya, dan industri makanan

“Perizinan yang telah diterbitkan melalui aplikasi SIPEKA sampai dengan TW III sebanyak 1610, dan  yang paling banyak adalah  sektor energi dan sumber daya mineral mencapai 1394 ijin,  diikuti berikutnya oleh sektor sosial pendidikan dan pertanian, ” katanya.

Sedangkan perijinan yg diterbitkan melalui aplikasi OSS RBA  sudah mencapai 14.474 perijinan.

Virgojanti berharap investasi yang masuk di Provinsi Banten ini berkualitas. Dalam artian bisa memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, menekan angka pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Yang lebih penting lagi bagaimana satu industri dengan industri lainnya saling keterkaitan dalam produk yang dihasilkan dari hulu sampai hilirnya. Harapannya Semuanya harus berproses di Banten, sehingga terdapat penciptaan  nilai tambah sebagai dampak ekonomi turunan dari investasi yang masuk itu,” pungkasnya.

Efek domino dari capaian target itu, berdampak pada jumlah partisipasi angkatan kerja juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Banten, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2022 sebanyak 6,46 juta orang, naik 202,98 ribu orang dibanding Agustus 2021.

Kemudian untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,93 persen poin dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sampai bulan Agustus 2022 sebesar 8,09 persen, atau turun 0,89 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.rajamedia

Komentar: