Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

BPBD Tangerang Gelar Simulasi Penanggulangan Rawan Bencana

Laporan: RMN
Rabu, 02 November 2022 | 02:48 WIB
Simulasi penanganan bencana di Kabupaten Tangerang/Repro
Simulasi penanganan bencana di Kabupaten Tangerang/Repro

RMBanten.com, TangKab - Simulasi penanganan bencana banjir digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang di Danau Puspemkab Tangerang, Selasa (1/11).

Simulasi penanganan bencana sendiri  bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan bencana di mana cuaca saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Kerawanan bencana dideteksi terutama di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Pasarkemis, Jayanti, Teluknaga, Pakuhaji, Legok.

“Dalam hal penanggulangan bencana tentunya kami tidak sendirian, di sini kami juga dibantu oleh beberapa pihak di antaranya ada lembaga kemanusiaan, Polri, TNI, Basarnas dan lainnya. Pihak tersebut yang nantinya membantu meningkatkan kesiapsiagaan, tindakan penyelamatan, dan koordinasi antarpihak saat bencana banjir melanda,” ujarnya.

Ujat mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 5 Kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Untuk Destana ini memang baru di 5 Kecamatan yang kami jadikan pilot project, ada di 4 Desa dan 1 Kelurahan. Allhamdulillah kehadiran Destana ini juga mendapat respon positif dari masyarakat,” ucapnya.

BPBD Kabupaten Tangerang mencatat kurang lebih 5 kecamatan yang masuk daerah rawan bencana banjir. Yakni Kecamatan Pasarkemis, Jayanti, Teluknaga, Pakuhaji, Legok.

Ujar mengimbau kepada warga masyarakat di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada.

“Untuk masyarakat di wilayah rawan diharapkan bersiap siaga dimusim penghujan ini," ujarnya.

Menurut Ujat, pihaknya sudah menyiapkan logistik bencana berupa logistik pangan, perlengkapan keluarga, perlengkapan bayi, dan shelter kit (selimut, bantal, dan tenda terpal).

"Ini merupakan kebutuhan dasar bagi korban bencana, sehingga jika terjadi bencana maka kami siap mensupport,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: