Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Nge-Hoax Di Medsos! PSI Pecat Suprapti Penjual Dawet Gadungan di Kanjuruhan

Laporan: RMN
Jumat, 14 Oktober 2022 | 10:35 WIB
Kader PSI Suprapti Fauzi dipecat usai ucapannya di tragedi Kanjuruhan viral di media sosial/Repro
Kader PSI Suprapti Fauzi dipecat usai ucapannya di tragedi Kanjuruhan viral di media sosial/Repro

RMBanten.com, Politik - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memecat penjual dawet gadungan saat tragedi Kanjuruhan yang mendiskreditkan suporter Arema FC, Suprapti Fauzi, dipastikan dipecat dan bukan lagi kader PSI.

Hal itu ditegaskabn Sekretaris Jenderal PSI, Dea Tunggaesti, dikutip dari laman disway, Jumat (14/10).

Sebelum diketahui identitasnya, rekaman suara penjual dawet itu viral diperbincangkan. Dalam rekaman yang beredar Suprapti menyebut banyak suporter Aremania sudah dalam keadaan mabuk sebelum terjadi tragedi Kanjuruhan.

Dea menyebut Suprapti telah dipecat sejak video pernyataannya beredar di media sosial dan membuat gaduh soal tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

"Bahwa Ibu Suprapti pernah menjadi pengurus PSI sudah lama sekali, tahun 2020. Yang bersangkutan menjadi pengurus PSI pada bulan Februari sama Juni 2020," katanya.

Dea mengatakan, sudah melakukan pemecatan kepada Suprapti penjual dawet gadungan yang membuat heboh karena ucapannya.

DPP PSI langsung memerintahkan DPD Malang untuk melakukan pemecatan kepada yang bersangkutan.

“Kita sudah melakukan pemecatan. DPP PSI sejak saat itu juga langsung memerintahkan DPD PSI Malang untuk memberhentikan," kata Dea di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut Dea, Suprapti dipecat karena telah membuat gaduh dan pernyataannya tidak sejalan dengan sikap partai. Pernyataan Suprapti telah melukai Aremania dan keluarga korban insiden Kanjuruhan.

"Hati PSI sangat duka yang mendalam buat Aremania. Sehingga berita seperti itu dikeluarkan video seperti menyakiti hati para Aremania dan hati kami," katanya.

Pernyataan Dea berbeda dengan Ketua DPD PSI Malang, Yosea Suryo Widodo. Menurutnya, Suprapti saat ini masih sebagai kader dan baru mengajukan pengunduran diri.

Nama Suprapti menjadi sorotan usai tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 korban jiwa.

Suprapti yang mengaku sebagai penjual dawet di Kanjuruhan menyebut bahwa para pendukung Arema FC atau Aremania dalam keadaan mabuk saat insiden.

"Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol," kata penjual dawet dalam rekaman suara yang viral di media sosial.

Namun dia yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan atas ucapannya.

Usai identitasnya terungkap dan viral dimedia sosial, dia mengaku bukan orang suruhan siapa-siapa, dan saat ini DPP PSI sudah melakukan pemecatan kepadanya.rajamedia

Komentar: