Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Polisi Dikerahkan Bantu Korban Gempa Bayah Magnitudo 5,5

Laporan: CM-1
Senin, 10 Oktober 2022 | 12:37 WIB
Rumah rusak akibat gempa yang terjadi pada Minggu (9/10)/Dok. Polda Banten
Rumah rusak akibat gempa yang terjadi pada Minggu (9/10)/Dok. Polda Banten

RMBanten.com, Keamanan - Dampak Gempa Magnitudo 5,5 di Banten yang terpusat di Bayah, Kabupaten Lebak pada Minggu (9/10) sekitar pukul 17.02 WIB menyebabkan beberapa rumah warga rusak.

Menurut Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga, berdasarkan laporan dari Polsek Bayah beberapa warga melaporkan rumah mereka rusak.

"Setelah hujan reda petugas melakukan patroli dan mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kerusakan rumah di beberapa titik," ucap Shinto Silitonga, Senin (10/10).

lanjut Shinto, ada empat rumah yang mengalami kerusakan hingga menimbulkan kerugian materiel.

"Rumah warga yang mengalami kerusakan, di antaranya milik Suhadi (48) dengan kerugian materiel Rp 12 juta, Umbi (55) Rp 7 juta, Santani (47) Rp 3 juta, dan Pulung (34) Rp 2 juta," ujarnya.

Pihaknya, kata Shinto, telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna membantu membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh pascagempa.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, tetapi, tetap waspada bila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan. Kami akan selalu menginformasikan perkembangan terkini," demikian Shinto.

Gempa bumi yang terjadi pada Minggu (9/10) getarannya cukup dirasakan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, Pantai Tenggara Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten diguncang gempa tektonik  magnitudo 5,5 pada hari Minggu (9/10), kira pukul 17.02.44 WIB.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,01° LS ; 106,07° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 22 Km arah Barat Daya Bayah, Banten pada kedalaman 47 km,” ujar Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Menurut Daryono,dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan oblique turun (normal oblique)," ujar Daryono.rajamedia

Komentar: