Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Progres Pembangunan Jembatan Ketapang Aquaculture Sudah 60 Persen

Laporan: CM-1
Senin, 26 September 2022 | 17:13 WIB
Jembatan Ketapang Aquaculture/Dok
Jembatan Ketapang Aquaculture/Dok

RMBanten.com, TangKab - Progres pembangunan akses jalan dan jembatan di kawasan Ketapang Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, sudah selesai 60 persen.

Pembenahan kawasan sendiri dalam rangka menyambut acara internasional partnerships in environmental management for the seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG), 25-28 Oktober 2022.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Tangerang, akses jalan dan jembatan yang dibenahi akan dilalui para tamu dari 12 negara  dan 53 kota pesisir se-Asia Timur.

Selain melakukan serangkaian pertemuan, salah satu agenda penting adalah kunjungan ke kawasan Ketapang Aquaculture yang berada di Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Bina Marga, Endang Sukendar, mengatakan pihaknya telah melaksanakan beberapa pembangunan guna mempermudah akses masuk ke kawasan hutan mangrove Ketapang Aquaculture sendiri.

“Untuk proses pembangunan jalan dan jembatan di kawasan tersebut sudah 60 persen. Dari total keseluruhan 2 titik lokasi yang kita lakukan pembangunan, sudah 1 titik lokasi jalan sepanjang 110 meter yang telah dikerjakan dan 1 titik jembatan sepanjang 176 meter yang sedang kita selesaikan. Tentunya ini akan terus kita kejar ya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Endang, pembangunan akses jalan dan jembatan di kawasan tersebut bermanfaat bagi warga sekitar untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Mayoritas warga di Desa Ketapang adalah nelayan, tentunya dengan adanya pembangunan ini (jalan dan jembatan) dapat memberikan manfaat untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar wisata mangrove,” ujarnya.

Sementara itu, demi kelancaran proses pembangunan, keselamatan dan kesehatan kerja, menjadi salah satu prinsip konstruksi berkelanjutan yang harus selalu diterapkan oleh para pekerja proyek ditempat tersebut.

Terkait penerapan manajemen keselamatan kerja dalam pengerjaan proyek di wilayah tersebut, Endang juga telah mengingatkan kepada pihak kontraktor agar selalu menerapkan K3 di lapangan.

“Diingatkan kembali, agar K3 Konstruksi benar-benar diterapkan pada seluruh aspek Pembangunan Infrastruktur, bukan hanya di Desa Ketapang saja tapi diseluruh proyek pembangunan," ujar Endang.

"Dengan meningkatkan keselamatan konstruksi pada seluruh kegiatan pembangunan, tentunya memiliki beberapa keuntungan seperti mengurangi keterlambatan penyelesaian proyek, dan mencegah kecelakaan. Sehingga, proses pembangunan dapat menciptakan rasa aman, dan aktivitas disekitar proyek tidak terganggu,” demikian Endang.rajamedia

Komentar: