Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Maling Ajukan Restoratif Justice, Polres Metro Tangerang Akan Pelajari Memenuh Syarat Atau Tidak!

Laporan: Rizki Ahmad Suhaedi
Senin, 19 September 2022 | 09:24 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho/Net
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho/Net

RMBanten.com, Hukrim - Tersangka pencuran rumah kosong (rumsong) meminta penyelesaian hukum dengan restoratif justice atau musyawarah. Langkah ditempuh karena pelaku dan korban ternyata saling mengenal karena berasal dari kampung yang sama.

Demikian disampaikan Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Minggu (18/9).

Sebagai informasi, personel Reskrim Polsek Neglasari, Polres Metro Tangerang Kota menangkap tersangka pencurian berinisial BM (22) yang beraksi saat rumah korban dalam keadaan kosong.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, tersangka melakukan pencurian disebuah rumah warga di Kelurahan Kedaung wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten pada tanggal 5 September 2022.

"Sasaran tersangka adalah Rumah Kosong (Rumsong) yang ditinggalkan korban ke Rumah Sakit. Namun pada saat korban kembali kerumah dan melihat pintu rumahnya sudah dalam keadaan terbuka,” terang Zain, Minggu (18/9).

Korban langsung mengecek lemari tempatnya menyimpan uang dan emas senilai Rp 17 juta dan ternyata sudah hilang. Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Neglasari.

"Lalu, berdasarkan hasil olah TKP, analisa dan tambahan informasi dari masyarakat, Kapolsek Neglasari Kompol Putra Pratama bersama Unit Reskrim berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Pengakuan tersangka usai ditangkap, uang dan emas hasil curian tersebut sebagian sudah dibelikan sepeda motor yang kini telah diamankan berikut barang bukti lain diantaranya 1 lembar kuitansi pembelian emas, gelang emas dan sisa uang tunai senilai Rp 10.800.000,-

"Saat di pertemukan antara tersangka dan korban ternyata saling mengenal karena berasal dari kampung yang sama. Jadi, saat ini, keluarga tersangka dan korban telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan,” papar Zain.

Atas kejadian itu, Zain pun menyampaikan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu apakah tindak pidana yang terjadi memenuhi syarat formil dan materiil sesuai Perpol 8 tahun 2021 untuk dapat diselesaikan dengan mekanisme restoratif justice.rajamedia

Komentar: