Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Cari Solusi Pembangunan Gereja, Menag: Kita Akan Diskusikan Dengan Walikota Cilegon

Laporan: Firman
Senin, 12 September 2022 | 21:06 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas/Repro
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas/Repro

RMBanten.com, Toleransi - Polemik pembangunan gereja di Cilegon ramai dalam sepekan terakhir.

Polemik bertambah tajam  setelah adanya penandatangan petisi penolakan dari masyarakat, termasuk Walikota dan Wakil Walkota Cilegon.

Terkait persoalan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan segera mengundang para pihak terkait untuk bisa duduk bersama membahas solusi terbaiknya.

“Kita akan diskusikan solusinya dengan Wali Kota Cilegon dan tokoh masyarakat. Saya mengundang mereka untuk bertemu pada 14 September mendatang,” terang Menag Yaqut di Jakarta,  Senin (12/9.

“Saya sudah terima laporan dari tim, undangan pertemuan di kantor Kementerian Agama ini sudah dikirim ke para pihak, termasuk Wali Kota Cilegon,” sambungnya.

Dalam pertemuan itu, pihak lain yang diundang, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. Dari internal Kemenag, akan hadir Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, Plt. Dirjen Bimas Kristen Kemenag, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon.

Menurut Menag, persoalan ini perlu didudukkan secara jernih dan tidak emosional.

Untuk itu, pertemuan para stakeholders terkait sangat penting untuk mendudukan persoalannya dan menyelesaikan problemnya.

“Beragam perspektif akan kita diskusikan bersama, baik dari aspek regulasi, kesejarahan, dan masing-masing relevansinya dalam konteks kehidupan kebangsaan masa kini. Insya Allah solusi terbaiknya akan bisa segera dicapai,” harap Menag.

Menurut Gus Men, panggilan akrabnya, yakin akan ada solusi terbaik. Sebab, spirit agama adalah mendekatkan manusia kepada Tuhan.

Semakin dekat dengan Tuhan, semakin sempit ruang bagi manusia untuk saling membenci dengan lainnya.

“Insya Allah akan ada solusi terbaiknya,”  pungkanya.rajamedia

Komentar: