Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Komisi V: Rehabilitasi Jembatan Timbang Cimanuk Bisa Kurangi Kerusakan Jalan

Laporan: Gatot Maulana
Sabtu, 10 September 2022 | 13:00 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaifullah Tamliha saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau proses rehabilitasi jembatan timbang UPPKB Cimanuk, di Pandeglang/Dok
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaifullah Tamliha saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau proses rehabilitasi jembatan timbang UPPKB Cimanuk, di Pandeglang/Dok

RMBanten.com, Pandeglang - Pembangunan platform jembatan timbang dalam rangkaian pembangunan rehabilitasi Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cimanuk, di Pandeglang, Banten diharapkan bisa mengurangi kerusakan jalan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaifullah Tamliha usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau proses rehabilitasi jembatan timbang UPPKB Cimanuk, di Pandeglang, Banten, Jumat (9/9) dikutip dari laman resmi DPR.

Menurut politisi PPP itu, jembatan timbang tersebut nantinya harus bisa akurat menimbang tonase tiap kendaraan yang akan melintas.

Pasalnya kendaraan-kendaraan dengan muatan berlebih selama ini sering merusak jalan-jalan raya baik yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat atau daerah.

"Jembatan timbang ini untuk mencegah agar (kendaraan) muatan  yang berlebih, yang bisa merugikan rusaknya jalan nasional, provinsi, kabupaten, pusat yang setiap tahunnya itu sekitar Rp 43,5 triliun," ujar Tamliha

Tamliha menekankan, jika ada kendaraan yang melebihi kapasitas, maka muatannya harus disita. Muatan yang disita kemudian bisa dilelang dan dananya dimasukkan ke dalam kas negara.

"Kalau ada kelebihan muatan, sita barangnya, kemudian dilelang, kemudian dananya dimasukkan ke dalam PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), sehingga transparan," ujar Tamliha.

Anggota Komisi V DPR RI Tubagus Haerul Jaman berharap dengan adanya jembatan timbang ini kendaraan tidak sembarangan lagi melintas di jalan. Tonase kendaraan yang melintas tidak boleh melebihi kapasitas berdasarkan peraturan yang sudah ada.

"Inilah fungsi dari jembatan timbang ini, ketika masuk di sini (kendaraan) ini terukur, ketika bebannya itu lebih saya berharap itu untuk diturunkan agar nanti mereka melanjutkan perjalanan tidak merusak jalan-jalan yang ada," ujar mantan Walikota Kota Serang itu.

Politisi Golkar ini menyoroti kerja keras yang dilakukan pemerintah dalam membangun Provinsi Banten. Sangat disayangkan bila jalan-jalan raya yang sudah dibangun dengan anggaran cukup besar rusak dalam sekejap karena dilintasi kendaraan yang kelebihan muatan.

"Karena saat ini Kementerian PUPR, Provinsi Banten, Kabupaten/Kota juga membangun infrastruktur jalan, akan tetapi banyak kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh beban muatan-muatan, truk-truk yang tonasenya lebih dari kapasitas," lanjut legislator dapil Banten II itu.

Sebagai informasi, UPPKB Cimanuk, Pandeglang, Banten saat ini sedang direhabilitasi. Pekerjaan rehabilitasi tersebut sudah dimulai sejak bulan Juni tahun 2022 lalu dan diperkirakan akan rampung pada bulan November tahun 2022.

Pagu yang dianggarkan untuk rehabilitasi ini sekitar Rp7,1 miliar. Proyek ini juga turut merehabilitasi infrastruktur untuk para pekerja seperti mess, kantin, dan toilet.rajamedia

Komentar: