Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Terpilih Ketua Umum AKKOPSI Periode 2022-2026, Bupati Zaki Rangkum Semua Daerah

Laporan: Rizki Ahmad Suhaedi
Kamis, 08 September 2022 | 08:31 WIB
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kanan) didampingi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina terpilih Ketua Umum Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) periode 2022-2026/Repro
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kanan) didampingi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina terpilih Ketua Umum Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) periode 2022-2026/Repro

RMBanten.com, Nusantara - Ahmed Zaki Iskandar terpilih sebagai Ketua Umum Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) periode 2022-2026.

Bupati Tangerang itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV AKKOPSI di ICE BSD, Tangerang, Rabu (7/9). Zaki menggantikan ketua umum sebelumnya yang dijabat Syarif Fasha.

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta itu mengucapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dengan didampingi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sebagai Wakil Ketua Umum.

"Alhamdulillah hari ini terpilih menjadi Ketua AKKOPSI sampai masa jabatan selesai dan nanti dalam waktu dekat akan menyusun formatur beserta beberapa pimpinan daerah, seperti Wali Kota Banjarmasin kemudian dari Sumatera Barat. Mudah-mudahan ini bisa merangkum semua wilayah di Indonesia dan langsung menyusun program," ujar Zaki usai Munas AKKOPSI, dikutip dari laman resmi Pemkab, Kamis (8/9).

Zaki menyampaikan bahwa akan ada sejumlah program yang akan dijalankan selama dia menjabat. Salah satunya adalah melaksanakan City Sannitation Summit XXI di Kabupaten Bandung serta menjalankan program unggulan yang terbukti berhasil.

"Kita juga akan ada acara advokasi and horizontal learning (AHL) beberapa program unggulan yang kita ajak untuk daerah lain replikasi, seperti sanisek sanitren dari Kabupaten Tangerang, Manajemen Kesehatan Menstruasi, ada Sekolah Kurasaki," tambahnya.

Zaki menargetkan mengoptimalkan peran AKKOPSI bagi semua anggota yang tergabung sekitar 400 daerah. Namun yang aktif hanya sekitar 50 daerah.

"Mudah-mudahan kita bisa menjadi aliansi yang memang aktif mendukung para anggota dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya

Selain itu, Zaki mengaku akan menindaklanjuti peran pemerintah provinsi yang minim dalam pengentasan sanitasi. Padahal program sanitasi ini merupakan program unggulan yang memiliki peran penting dalam peningkatan sumber daya manusia.

"Harusnya program sanitasi ini menjadi salah satu program unggulan di provinsi masing-masing, karena selain turunan dan domino effect banyak, ini jadi program wajib dalam rangka menurunkan tingkat stunting di Indonesia yang dimulai dari sanitasi itu," demikian Zaki Iskandar.rajamedia

Komentar: