Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

TPID Banten Lakukan Gerakan Tanam Cabe Di Pantai Karang Nawing Lebak

Laporan: CM-1
Kamis, 01 September 2022 | 04:51 WIB
Gerakan menaman cabe rawit di pantai Karang Nawing/Net
Gerakan menaman cabe rawit di pantai Karang Nawing/Net

RMBanten.com, Lebak - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Lebak serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten melakukan gerakan menanam cabe 77 ribu bibit.

Cabe sendiri menjadi salah satu komoditas pangan yang berkontribusi terhadap inflasi.

Gerakan penanaman cabe dilakukan di dekat Pantai Karang Nawing, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (31/8).

"Ini menjadi bukti bahwa TPID Provinsi Banten bersama masyarakat melakukan pengendalian inflasi. Penanaman cabe ini sinergi antara TPID Provinsi Banten dengan TPID Kabupaten Lebak dan masyarakat,” ” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso.

Meurut Babar, dalam pengendalian inflasi, TPID Provinsi Banten mengutamakan kerjasama TPID Kabupaten/Kota dulu sebelum menjalin kerjasama keluar.

"Perlu manajemen logistik pangan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, mengatakan, tanam cabe di Provinsi Banten saat ini mencapai 58 hektar.

“Produksi mencapai 360 ton dalam masa satu panen. saat ini para petani sudah menggunakan teknologi dalam penanaman cabe. Salah satunya melalui teknologi urban farming,” ungkapnya.

Senada pegiat urban farming Irsan Rajamin mengatakan dengan urban farming, penanaman cabe dilakukan secara ilmiah. Tidak sekedar dikira-kira atau ramalan.

Dijelaskan, dalam urban farming diperlukan alat perlengkapan prediksi cuaca, Rapid Soil Cek (RSC) untuk mengecek kondisi tanah sehingga pemupukan dapat dilakukan secara lebih tepat, serta menggunakan sistem pengairan kabut.

“Pada sistem biasa produktivitas mencapai 8 ton per hektar. Dengan sistem urban farming bisa meningkat 20 hingga 30 persen. Dengan sistem urban farming, risiko gagal panen bisa ditekan,” tandasnya.

 rajamedia

Komentar: