Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Lapor Bu Irna! Ribuan Balita di Pandeglang Alami Gizi Buruk

Laporan: Gatot Maulana
Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:00 WIB
Ilustrasi stunting/NET
Ilustrasi stunting/NET

RMBanten.com - Kasus gizi buruk dan gizi kurang selama ini dianggap hanya terjadi di daerah-daerah terpencil dan jauh dari Ibu Kota.

Faktanya kasus gizi buruk dan gizi kurang juga terjadi di Kabupaten Pandeglang.

Kondisi ini harusnya menjadi perhatian penting bagi Bupati Pandeglag, Irna Narulita.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang setidaknya ada 1390 anak di Pandeglang mengalami gizi buruk dan  3708 anak mengalami gizi kurang. Angka tersebut berdasarkan data rekap status gizi balita atau anak pada bulan Februari tahun 2022.

Data tersebut diambil berbasis elektronik pencatatan dan pelaporan berbasis gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), rekap sasaran sebanyak 107.695 anak di tiap-tiap Puskesmas dengan sasaran timbang dan ukur anak sebanyak 61372 dengan  sasaran balita 0 sampai 59 bulan di bulan Februari 2022.

Dari data itu penunjukan penderita gizi buruk terbanyak berada di wilayah Jiput dengan angka 143 anak, dan untuk gizi kurang di wilayah Jiput sebanyak 252 anak, 153 normal. Terbanyak selanjutnya di wilayah Saketi berada pada angka 137 anak, gizi kurang sebanyak 107 anak dan normal 383 anak.

Untuk wilayah Cikedal tidak ada angka gizi buruk atau bisa dikatakan nol, gizi kurang ada 2 anak dan normal 2009 anak. Sementara di Cikupa juga  tidak ada kasus gizi buruk gizi kurang hanya 1 anak, dan normal 425 anak.

Dilihat secara keseluruhan di tiap-tiap wilayah yang tercatat di 36 Puskesmas se-Kabupaten Pandeglang, total ada sebanyak 1390 mengalami gizi buruk, 3708 gizi kurang dan 49.717 masuk kategori normal.

"Data ini berubah dengan progres inputan Puskesmasnya. Iya (1390 gizi buruk)," ungkap Kabid kesehatan masyarakat (Kesmas) di Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Herman, Rabu (31/8).

Encep mengungkapkan penderita gizi buruk di Pandeglang disebabkan penyakit yang tertular oleh orang tua ke balita. Menurutnya, prevalensi paru jadi penyebab tingginya angka gizi buruk

"Karena prevalensi paru di Pandeglang lumayan banyak, sehingga balita tertular dari orang tua. Tertular, bukan keturunan dari orang tua yang menderita pigi paru sehingga dia (balita) menderita pneumonia berat," jelasnya.

Encep mengaku terus berupaya menekan angka gizi buruk. Ia mengaku saat ini penderita gizi buruk masih terus dipantau oleh Dinas kesehatan.

"Penanganannya ada, kita punya data dan itu dipantau oleh pihak Puskesmas ada SOP penanganan pelaksanaan gizi buruk. Jadi, kalau ketemu gizi buruk dirujuk ke Puskesmas, nanti di Puskesmas diperiksa karena penyakit apa gizi buruknya," katanya.

"Sambil diberikan PMT (pemberian makanan tambahan), kemudian diobati sakitnya, kemudian kalau gizi buruk berat itu dirujuk ke rumah sakit ditangani oleh dokter spesialis," pungkasnya.rajamedia

Komentar: