Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Gandeng BI Institute, UMN Jalankan Program Praktisi Mengajar

Laporan: Rizki Ahmad Suhaedi
Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:12 WIB
Kerjasama program praktisi mengajar antara UMN dengan BI Institute/Rwpro
Kerjasama program praktisi mengajar antara UMN dengan BI Institute/Rwpro

RMBanten.com, Pendidikan - Program praktisi mengajar mulai dijalankan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Senin, (22/8).

Dalam kegiatan ini UMN menggandeng Bank Indonesia (BI) Institute untuk menggali ilmu-ilmu perbankan.

Direktur Bank Indonesia Institute, Arlyana Abubakar menerangkan, untuk program praktisi mengajar karena masih pilot project baru ada empat pengajar sebagai dosen.

Nantinya, pengajar dari BI institut akan didampingi dosen dari UMN dalam dua mata kuliah.

Menurut Arlyana pihaknya akan melakukan, co-creation dari mata kuliah yang sudah ada. Yang pertama adalah yang terkait dengan international corporate finance.

"Ini adalah mata kuliah yang banyak terkait dengan bagaimana dampak dari nilai tukar terhadap keuangan internasional, kemudian juga kerja sama internasional, dan juga hal-hal lain yang nanti akan bisa di sharingkan lebih dalam kepada teman-teman mahsiswa,” terangnya.

Selanjutnya, adapula pemberian pembelajaran terkait perbankan. Dimana akan mengkolaborasikan, meng co-creatoin kan mata kuliah tersebut dengan menambahkan beberapa aspek yang akan bermanfaat dan lebih kaya dalam mata pelajaran.

“Jadi mengenai ke bank sentralan, kemudian melihat bagaimana stabilitas sistem keuangan secara umum bahwa agen keuangan itu tidak hanya lembaga keuangan, korporasi. Juga perubahan dari perilaku agen keuangan terutama di era digital. Termasuk juga nanti yang akan kita perkaya dengan bagaimana inovasi keuangan digital itu juga turut merubah landscape dari keuangan Indonesia saat ini,” jelasnya.

Lanjut Arlyana, baru semester ini BI Institute ikut dalam program praktisi mengajar. Dalam program praktisi mengajar di UMN BI Institute akan akan berpartisipasi.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan UMN. Selama ini kami lebih banyak berkolaborasi untuk keilmuan yang sifatnya ekonomi makro, kebangsentralan di prodi ilmu ekonomi. Tapi sekarang di prodi manajemen dan prodi bisnis,” tandasnya.

Arlyana mengaku sangat senang karena sekarang ilmu kebangsentralan dan juga isu-isu frontier lainnya bisa disharingkan dan dipahami oleh mahasiswa dari sekolah bisnis dan sekolah manajemen.

Sementara, Rektor UMN Dr. Ninok Leksono menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia Institute yang telah mau memberi dan berbagi tentang wawasan, pengetahuan di bidang keungan nasional maupun dunia.

Menurut Ninok, UMN selama ini sudah mengadopsi index kinerja utama yang delapan itu antara lain, menguatnya interaksi antara lembaga di luar industri ke dalam sistem pendidikan itu sesuai dengan konsep Kampus Merdeka Belajar.

Karenanya, pihaknya mempersiapkan kurikulumnya di adjust untuk menampung materi-materi substansi yang aktual dan relevan dari luar.

“Kami berharap banyak dari BI Institut. Sebab sebagaimana yang kita ketahui, sekarang muncul istilah cryptocurrency. Kami meyakini itu baik bagi para mahasiswa,” ujarnya.

Ninok mengandaikan, misalkan tiba tiba ada pelonjakan mata uang internasional yang tidak diketahui apa penyebabnya, tentu dengan adanya dosen dari Bank Indonesia kemungkinan besar bisa dicarikan jawaban.

“Bu, ini pengaruh geopolitik dimana ini yang membuat rupiah misalnya melemah,” tandasnya.

Sementara, Adrian Bani Kansil, Manajer Praktisi Onboarding Program Praktisi Mengajar Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menerangkan, kolaborasi UMN dengan BI Institut bukti telah terjadi kolaborasi sebelumnya antara perguruan tinggi dengan industri.

Kolaborasi semacam itu harus semakin dieratkan, besar dan kuat. Apalagi komitmen dari UMN yang semakin hari semakin fokus pada kemajuan teknologi.

“BI adalah partner yang strategis untuk itu semua,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: