Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Tragedi Kosan Berdarah Di Tangsel, Penghuni Tewas Ditusuk

Laporan: Lani Fahrudin
Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:13 WIB
Ilustrasi/NET
Ilustrasi/NET

RMBanten.com, Tangsel -  Tragedi kos-kosan berdarah di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangsel membuat heboh warga sekitar, pada Sabtu (25/6).

Tragedi kos-kosan berdarah itu dialami penghuni kosan yakni SL (35), yang ditemukan penghuni kosan lain bersimbah darah hingga nyawanya tak bisa diselamatkan.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Aldo Primananda Putra membenarkan kejadian tersebut dan sudah mendengarkan keterangan tiga saksi di sekitar kos-kosan korban.

"Pukul 02.00 WIB saksi 1 saat sedang ngobrol bersama teman-teman saksi 1 yaitu A dan H, mendengar suara teriakan yang berasal dari sebelah kamar saksi 1. Namun suara itu kurang jelas," kata Aldo dalam keterangannya, Sabtu (25/6).

Lanjut Aldo, merasa curiga atas suara tersebut. Saksi 1 keluar kamar dan mencari sumber suara.

"Namun, saat keluar kamar saksi melihat korban sudah berada di depan pintu kamar korban dalam keadaan bersimbah darah," ucapnya.

Korban yang sudah bersimbah darah, masih sempat meminta tolong dan mengatakan jika telepon genggam miliknya dicuri oleh seseorang melalui pintu belakang kos-kosannya.

"Korban berkata 'tolong, maling cowo dari pintu belakang, hp saya diambil'. Lalu, saksi kedua yang posisi kamarnya tepat disamping korban yang dimana saksi dua juga mendengar suara minta tolong langsung keluar kamar dan melihat korban sudah dalam kondisi bersimbah darah tepat di depan pintu kamar korban," papar Aldo.

Pemilik kosan yang diberitahu kejadian tersebut, langsung menghubungi pihak berwajib.

Sesampainya di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan gagang pisau dan mata pisau yang sudah terpisah.

"Saat dilakukan pengecekkan lokasi tempat kejadian perkara ditemukan darah berceceran mulai dari kamar korban hingga didepan pintu kamar korban. Ditemukan pula gagang pisau dan mata pisau yang bernoda darah segar dalam keadaan terpisah didalam kamar korban," tuturnya.

Masih kata Aldo, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tak tertolong saat diperjalanan.

"Ditemukan beberapa luka di tubuh korban akibat benda tajam. Sudah dicoba dibawa ke RS untuk dilakukan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak tertolong akibat kehabisan darah. Selanjutnya korban dirujuk dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan otopsi," tandas Aldo.

Kuat dugaan, SL menjadi korban pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHPidana. Dan, kasus ini pun masih dalam penyelidikan Polres Tangsel.rajamedia

Komentar: