Banten

Parlemen

Politik

Hukum

Ekbis

Peristiwa

Olahraga

Nasional

Dunia

Gaya Hidup

Opini

Penyalur TKI Ilegal Di Serang Ngaku Sudah Memberangkatkan Ratusan Korban

Laporan: Hendra Hendrawan
Rabu, 22 Juni 2022 | 20:09 WIB
Pelaku penyakur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal/HEN
Pelaku penyakur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal/HEN

RMBanten.com. SerangRaya - NN (44) Pelaku penyakur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Arab Saudi mengaku sudah memberangkatkan ratusan orang.

"Kalau dari awal TKI yang sudah diberangkatkan seratusan, mayoritas dari sekitar saya, Pontang, Serang," ucap NN saat konferensi pers di Mapolres Serang, Rabu (22/6).

NN mengaku, sudah melakukan praktek penyaluran TKI ilegal tersebut sejak tahun 2016 yang lalu.

"Sejak saya pulang kerja dari Arab Saudi saja, sekitar tahun 2016 an. Jadi awlany saya diajak-ajak temen saja," ungkapnya.

Sementara untuk pendapatan sendiri, ia mengaku dari setiap satu TKI memperoleh Rp3-4 juta.

"Kalau dari bos itu Rp22 juta, tapi saya hanya menerima Rp3-4 juta saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, NN (43) pria asal Linduk, Pontang, Kabupaten Serang ditangkap polisi karena menyalurkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal keluar negeri.

"Jadi NN ini mengirimkan warga kita keluar negeri ke Arab Saudi untuk dipekerjakan," ucap Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria saat konferensi pers di Mapolres Serang, Rabu (22/6).

Menurutnya, penangkapan tersebut  bermula adanya informasi masyarakat, bahwa pada Sabtu 18 Juli 2022 akan ada mobil yang akan memberangkatkan calon pekerja ilegal Indonesian ke luar negeri.

"Kami langsung menindkalanjutinya, dan kami memberhentikan  sebuah mobil Toyota Ayla dengan Plat nomor A 1274, ditemukan 1 orang atas nama RM Warga Cikesal yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi," katanya.

Kemudian hasil penangkapan itu, diamankan 1 orang tersangka NN. Ia berperan aktif untuk menampung calon pekerja migran Indonesia itu.

"Hasil dari pemeriksaan keterangan NN tidak bekerja sendiri, ada AS berperan koordinator yang akan memberangkatkan, ada AR dan PT. Mereka DPO (Daftar Pencarian Orang)," katanya.

Kemudian, polisi menemukan 7 orang korban lainnya yang ditampung di rumah NN tersebut. Dari 7 ornag itu ternyata mereka berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"AR perannya mencari calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan di Bima. PT seorang perempun yang akan menampung di Bekasi. Jadi, sambungnya, mereka visanya wisata bukan untuk bekerja," katanya.

Untuk barang bukti, sambungnya, 1 unit Toyota Ayla, 1 HP, 4 buku paspor, 1 buku tabungan, uang Rp1 juta dan tiket pesawat.

Atas perbuatannya, tersangka NN dijerat dengan Pasal 2, 4 dan Pasal 10 UU RI Nomor 21/2007, tentang tindak pidana perdagangan orang. Selain itu, juga dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 86 UU Nomor 18/2007.

 rajamedia

Komentar: